Febrialdi R.

/Febrialdi R.

About Febrialdi R.

https://edelweisbasah.wordpress.com/

Hijrah dan Mendaki Gunung

By | 2018-04-15T09:55:38+00:00 April 15th, 2018|Logistik|

Apa persamaan antara hijrah dan mendaki gunung? Meski masing-masing memiliki pengertian yang berbeda, dalam satu titik keduanya mempunyai persamaan, yakni dibutuhkan komitmen yang kuat untuk melaksanakan hijrah atau mendaki gunung. Dibutuhkan istiqomah yang tak kunjung putus jika kita berniat untuk hijrah atau mendaki gunung. Seperti fenomena yang terjadi saat ini, di mana kini banyak kalangan muda, baik selebriti maupun nonselebriti, yang berhijrah. Mereka begitu berbeda, baik dalam sikap dan penampilan maupun tingkah laku. Yang dulu begitu glamor, mengumbar aurat, kini berbalik 180 derajat. Termenung saat mendaki gunung/Jelajah Pendaki Indonesia Hijrah yang kita bahas di sini bukanlah mengenai perpindahan dari satu tempat menuju tempat lain, namun dalam konteks yang lebih luas. Hijrah adalah perubahan menuju lebih baik dalam segala hal, yang dilakukan semata-mata demi kebaikan dan mengharapkan ridho Allah. Yang paling fenomenal baru-baru ini adalah saat pesinetron Kartika Putri memutuskan untuk mengenakan jilbab. Bahkan, Kartika yang dulu kerap berpakaian sexy itu memohon dengan sangat agar penggemarnya menghapus foto-foto saat dirinya belum menutup aurat. Ia seolah-olah tersadar: perjalanan hidupnya selama ini jauh dari ajaran agama. Kartika Putri hanya salah satu dari sekian banyak cerita soal fenomena hijrah yang sekarang sedang menjadi tren. Terminologi “hijrah” Kata hijrah sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari, dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah [...]

Mendaki, Pendekatan Diri pada Sang Ilahi Robbi

By | 2018-03-08T18:11:21+00:00 Januari 29th, 2018|Cerita Pendakian|

Jangan beri tahu aku seberapa berpendidikannya kamu, beri tahu aku seberapa banyak kau telah melakukan perjalanan. –Nabi Muhammad SAW Sampai saat ini, mungkin dunia petualangan tak mengenal siapa yang pertama kali mencetuskan istilah “pendaki” beserta penjabarannya. Namun bisa saja istilah pendaki mulai populer sejak frasa “Pencinta Alam" dicetuskan sekitar tahun 60-an seiring berdirinya organisasi Mapala UI dan Perhimpunan Wanadri. Tak ada yang bisa secara tepat mendefinisikan arti dari kata pendaki itu sendiri. Masing-masing orang, apalagi jika dia seorang pencinta alam, terkadang memiliki versinya sendiri-sendiri, sesuai dengan proses petualangan yang dia alami. Mungkin, mencari definisi kata pendaki sama saja seperti kita mencari tahu alasan seseorang hobi naik gunung. "Mau apa naik gunung? Sudah sampai puncak, turun lagi! Cape-capein saja, belum kedinginan, kehujanan, kepanasan!" Alasan-alasan itu yang kerap kita dengar dari orang-orang yang tak menyukai hobi tergolong ekstrem ini. Tapi coba tanyakan pada orang-orang yang hobi mendaki gunung; beribu alasan kenapa mereka suka mendaki akan terjawab dengan gamblangnya. Namun untuk menjawab secara tepat kenapa seseorang mendaki gunung, jawabannya relatif. Tergantung dari pengalaman apa yang dia dapat saat mendaki pertama kali. Mencari arti pendaki, pendaki mencari arti Legenda-legenda pendaki gunung seperti, Edmund Hillary, Reinhold Messner, George Mallory atau, misalnya, (Alm.) Norman Edwin, Soe Hok Gie, dan lain-lainnya, pasti mempunyai alasan tersendiri kenapa mereka begitu menyukai naik gunung. Kenapa mereka terus dan terus mendaki gunung hingga akhirnya harus menghembuskan napas dalam pelukan gunung yang dingin. Tak ada jawaban pasti. Semuanya memiliki definisi yang [...]