Fidha Riani

/Fidha Riani

About Fidha Riani

Sea without big waves is bullshit. Live without challanges is bullshit. http://www.fidhriani.wordpress.com

Ditemani “Mereka” saat Pendakian Gunung Kencana

By | 2018-03-08T18:01:57+00:00 Maret 6th, 2018|Cerita Pendakian|

Sudah pernah mendaki Gunung Kencana di daerah Puncak Bogor? Kalau belum, sekali-sekali kamu harus coba. Dari jalur pendakiannya kamu bisa melihat pemandangan yang sangat memikat, yakni Gunung Gede-Pangrango yang gagah. Kalau kamu sudah pernah ke Telaga Warna Puncak Bogor, Gunung Kencana ini terletak satu kawasan dengan wisata telaga. Jika hendak ke Telaga Warna ambil jalur kanan, tapi kalau mau ke Gunung Kencana pilih jalur kiri. Gunung Kencana sangat mudah diakses dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Namun jangan sekali-kali mencoba berjalan kaki dari pintu masuk wisata, karena jauh sekali dan menguras tenaga, nanti yang ada sebelum mendaki sudah kelelahan duluan. Foto di "gerbang" Tanjakan Sambalado/Fidha Riani Untuk sampai di Base Camp Gunung Kencana dari pintu masuk kawasan wisata, kamu perlu waktu sekitar dua jam. Sepanjang perjalanan menuju base camp, hamparan kebun teh yang luas sangat memukau mata. Tapi, kamu mesti hati-hati. Karena jalannya berbatu, menanjak, dan menurun, kalau hujan rute ini lumayan bikin kewalahan. Saya, Jamal, Ari, Nauval, Andan dan Haidar, memilih menggunakan motor menuju titik awal pendakian Gunung Kencana. Tapi karena jauh dan treknya lumayan cadas, motor sering ngebul, mogok tiba-tiba, dan mengeluarkan aroma kampas rem. Alhasil kami jadi kami sering gantian mendorong, juga beberapa kali berhenti untuk mendinginkan mesin motor. Bahkan, dua orang teman kami terpaksa jalan kaki sampai base camp karena timbel motornya sudah bau sangit. Takut terjadi hal-hal yang merepotkan, motor pun dititipkan di [...]

Gagal ke Puncak Lawu, Pulang Membawa Banyak “Cerita”

By | 2018-03-08T18:10:58+00:00 Februari 5th, 2018|Cerita Pendakian|

Gunung Lawu, 3.265 mdpl, berada di perbatasan Jawa Tengah (Karanganyar) dan wilayah Jawa Timur (Magetan). Gunung Lawu adalah salah satu gunung favorit para pendaki karena keindahan jalurnya—sabana—dan cerita-cerita (mistis) yang berkembang tentangnya. Menuju titik awal pendakian Gunung Lawu bisa menggunakan bis antarprovinsi atau kereta dengan waktu tempuh kurang lebih 10 jam. Awal September 2016 yang lalu saya bersama sepuluh teman merealisasikan pendakian ke Gunung Lawu. Perjalanan kali ini sangat menyenangkan, sebab banyak yang seru untuk diceritakan. Jadi, sepulang kerja saya langsung menuju Stasiun Pasar Minggu, transit untuk ke Kemayoran. Karena nggak dapat tiket kereta buat berangkat—kami cuma punya tiket pulang—kami memutuskan untuk naik bis malam Damri yang pool-nya berada di Kemayoran, yang juga sekalian dijadikan meeting point. Ceritanya saya diajak oleh seorang teman, Adam Arwi namanya. Saya baru mengenal teman-teman lainnya saat di Damri Kemayoran. Bang Irwan yang dipilih sebagai leader. Bersama Bang Irwan, Bang Deno Saputra, Fimansyah, Adam Arwi, Bang Heru, dan Jane Jana, saya berangkat dari Jakarta untuk bertemu teman-teman pendaki yang sudah menunggu di Terminal Tirtonadi, Solo. Karena long weekend, jumlah penumpang melonjak pesat. Dan salahnya, kami nggak beli tiket bis beberapa hari sebelumnya. Teman laki-laki ke sana kemari mencari tiket, sementara saya dan Jane menjaga tas sambil bertukar cerita. Beberapa saat kemudian mereka kembali dengan wajah muram lantaran kehabisan tiket bis. Karena saat itu perut keroncongan, kami mengisi perut dulu sambil memikirkan cara buat berangkat ke [...]