Logistik

/Logistik

Simulasi Kedua Ekspedisi Soedirman VII UPL MPA Unsoed di Gumuk Pasir Parangkusumo

By | 2018-05-15T10:55:45+00:00 Mei 15th, 2018|Logistik|

Para calon atlet Ekspedisi Soedirman VII Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Jenderal Soedirman (UPL MPA Unsoed) ke Gunung Aconcagua, Argentina, kembali melakukan kegiatan simulasi lapangan. Operasional simulasi kedua ini dilaksanakan tanggal 10-13 Mei 2018 di Gumuk Pasir, Parangkusumo, Yogyakarta. Para atlet peserta simulasi kedua ini adalah Mohammad Ridho Ashari (Fakultas Pertanian), Duniada Bagas (Fakultas Peternakan), Ningam Syukri (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Soter Oropka (Fakultas Ekonomi), Amanat Surgawi (Fakultas Peternakan), Miftakhur Rizky (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), dan Meidy Widya (Fakultas Ekonomi). Mereka didampingi oleh Samuel Kristian (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) dan Andi Pramono (Fakultas Peternakan). Pada simulasi ini para atlet dibagi dalam dua tim. Masing-masing tim terdiri dari tiga sampai empat calon atlet. Sebelum terjun ke lapangan melaksanakan simulasi kedua, para calon atlet melakukan segala persiapan demi kelancara kegiatan. Para calon atlet tak hanya menerima materi terkait teknik dan medan operasional. Mereka juga melakukan latihan fisik tiga kali seminggu, selain latihan-latihan penunjang seperti renang dan olah badan (fitness). Para calon atlet Ekspedisi Soedirman VII/Ekspedisi Soedirman VII Simulasi kedua Ekspedisi Soedirman VII demi memantapkan kemampuan Pada operasional simulasi kedua Ekspedisi Soedirman ini calon atlet akan menerapkan teknik Moving Together, Team and Self Rescue, serta SRT (Single Rope Techique). Selain untuk melatih kemampuan teknik, simulasi kedua ini juga dilakukan untuk untuk membangun relasi positif antarcalon anggota ekspedisi sekaligus membiasakan mereka berada pada suhu dingin. Simulasi [...]

Aplikasi Navigasi Offline

By | 2018-05-15T10:36:05+00:00 Mei 15th, 2018|Logistik|

Dewasa ini, aktivitas petualangan semakin meningkat jumlah penggiatnya. Rasio kecelakaan yang relatif kecil dibandingkan olahraga alam bebas lainnya menjadikan pendakian gunung sebagai kegiatan yang paling digemari masyarakat, selain fakta bahwa Indonesia memang punya banyak bukit dan gunung untuk didaki. Namun, tak sedikit yang hanya ikut-ikutan bermain di alam bebas tanpa mempersiapkan kemungkinan terburuk, termasuk disorientasi atau tersesat. Salah satu cara yang bisa kamu gunakan untuk mengantisipasi disorientasi atau tersesat adalah membawa penerima GPS sewaktu di alam bebas. Bukan berarti kamu harus membeli perangkat seperti handheld Garmin. Di zaman digital ini, ponsel pintar yang kamu genggam sehari-hari bisa kamu jadikan penerima sinyal GPS. Kompas via pexels.com/Rawpixel Beberapa aplikasi navigasi yang tersedia untuk ponsel pintar Sejak kemunculannya, ponsel pintar sudah dibekali dengan hardware GNSS (Global Navigation Satellite System). Setiap perangkat sudah dibekali dengan system penerima sinyal satelit seperti GPS (Amerika), GLONASS (Rusia), dan BeiDou (Tiongkok) yang mengorbit di angkasa. Ada banyak pilihan aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk mengoptimalkan penggunaan GNSS di ponsel pintar. Tentunya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa pilihan aplikasi yang bisa kamu gunakan: GPX Viewer Dengan GPX Viewer kamu bisa tahu info detail mengenai lokasi di mana kamu berada. Selain itu, kamu juga bisa tahu seberapa jauh kamu dari tujuan, profil penampang samping buat ngintip kemiringan, dan waypoint. Namun, terkadang basemap tidak mucul. Maverick Pro Dengan Maverick Pro kamu bisa membuat jalur dan melihat peta [...]

8 Prinsip Dasar yang Akan Menambah Pengetahuanmu tentang “Survival”

By | 2018-05-07T08:48:56+00:00 Mei 7th, 2018|Logistik|

Buat para pendaki dan penggiat alam bebas, kemampuan survival sangatlah penting artinya. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari suatu keadaan tertentu. Konteksnya tentu saja mempertahankan hidup dari keadaan buruk dan kritis. Untuk memahami prinsip-prinsip dasar survival, kamu bisa memakai jembatan keledai di bawah ini. S: Size up the situation Sadari di mana posisimu. Lihat kondisi lingkungan di sekitarmu, kesehatan temanmu, dan tentu saja diri sendiri. Apakah ada yang cedera? Berapa banyak makanan yang tersisa? Dalam lingkungan seperti apakah kamu berada? Membuat api via pexels.com/Lum3n.com U: Undue haste makes waste Tindakan yang terburu-buru cenderung berujung pada kesia-siaan. Berpikir dan bertindaklah secara bijaksana. Setiap langkah harus dipikirkan dengan mendalam. R: Remember where you are Saat survival, penting artinya untuk memahami di mana kamu berada. Pengenalan lingkungan/daerah sekitar sangat esensial untuk memberikan rasa aman. V: Vanquish fear and panic Kuasailah rasa takut dan panik. Meskipun merasa takut adalah normal dan perlu, ia harus dikuasai dan dikontrol. Bila tidak terkuasai, rasa takut akan meningkat menjadi rasa panik. Selain membuatmu bertindak terburu-buru, panik juga akan membuang energi, membahayakan diri sendiri, dan bukan tak mungkin bikin kamu putus asa. Membuat api via pexels.com/Lum3n.com I: Improvise Mengubah cara pandang terhadap apa yang sedang kamu alami adalah hal terpenting dalam berimprovisasi. Isilah waktu dengan dengan aktivitas-aktivitas yang mendukung usaha untuk bertahan. Buat rencana, hal-hal baru, dan usahakan kebutuhan-kebutuhan yang [...]

Hijrah dan Mendaki Gunung

By | 2018-04-15T09:55:38+00:00 April 15th, 2018|Logistik|

Apa persamaan antara hijrah dan mendaki gunung? Meski masing-masing memiliki pengertian yang berbeda, dalam satu titik keduanya mempunyai persamaan, yakni dibutuhkan komitmen yang kuat untuk melaksanakan hijrah atau mendaki gunung. Dibutuhkan istiqomah yang tak kunjung putus jika kita berniat untuk hijrah atau mendaki gunung. Seperti fenomena yang terjadi saat ini, di mana kini banyak kalangan muda, baik selebriti maupun nonselebriti, yang berhijrah. Mereka begitu berbeda, baik dalam sikap dan penampilan maupun tingkah laku. Yang dulu begitu glamor, mengumbar aurat, kini berbalik 180 derajat. Termenung saat mendaki gunung/Jelajah Pendaki Indonesia Hijrah yang kita bahas di sini bukanlah mengenai perpindahan dari satu tempat menuju tempat lain, namun dalam konteks yang lebih luas. Hijrah adalah perubahan menuju lebih baik dalam segala hal, yang dilakukan semata-mata demi kebaikan dan mengharapkan ridho Allah. Yang paling fenomenal baru-baru ini adalah saat pesinetron Kartika Putri memutuskan untuk mengenakan jilbab. Bahkan, Kartika yang dulu kerap berpakaian sexy itu memohon dengan sangat agar penggemarnya menghapus foto-foto saat dirinya belum menutup aurat. Ia seolah-olah tersadar: perjalanan hidupnya selama ini jauh dari ajaran agama. Kartika Putri hanya salah satu dari sekian banyak cerita soal fenomena hijrah yang sekarang sedang menjadi tren. Terminologi “hijrah” Kata hijrah sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari, dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah [...]

Tips Memilih “Open Trip”

By | 2018-03-08T18:07:58+00:00 Februari 19th, 2018|Logistik|

Tidak seperti dulu ketika naik gunung dianggap sebagai kegiatan eksklusif karena hanya kelompok tertentu saja yang menekuninya, sekarang pendakian gunung jadi trend. Namun, seiring bermunculannya film-film bertema pendakian—dan media sosial—aktivitas pendakian gunung jadi populer. Tujuan orang mendaki gunung pun beragam. Matthew Tandioputra, pendaki termuda Indonesia, misalnya. Ia naik gunung sebagai bagian dari terapi karena didiagnosis “kelebihan energi.” Ketimbang kegiatan lain seperti meniti pematang dan berjalan di tanah rata, ternyata naik gunung lebih mengakselerasi proses terapinya. Sebagai bonus, ia malah menorehkan prestasi sebagai pendaki termuda yang menyelesaikan tujuh puncak tertinggi di Indonesia. Kabut lembut di gunung/@seman9ka - Jelajah Pendaki Indonesia Banyak pula pendaki yang mengusung “idealisme” dengan membawa sendiri seluruh perlengkapannya tanpa bantuan porter. Di sisi lain, ada juga pendaki yang memerlukan bantuan porter demi efektivitas pendakiannya. Lebih lanjut, keterbatasan tenaga, waktu, dan skill membuat beberapa kelompok pendaki memilih menggunakan jasa agen pendakian. “Booming” pendakian dan bermunculannya operator pendakian gunung Semenjak pendakian booming di Indonesia, jasa operator pendakian pun semakin menjamur. Konsepnya pun beragam, dari mulai layanan private trip (all-included yang menyediakan semua keperluan pendaki by-request) sampai penawaran trip besama rombongan (open trip). Bagi penyelenggara, usaha jasa open trip ini memang menggiurkan. Namun, terkadang operator hanya memikirkan keuntungan semata dan mengabaikan keselamatan dan kenyamanan klien. Sebab, orientasi keberhasilan seolah hanya ditentukan oleh berhasil atau tidaknya klien ke puncak. Tidak bermaksud menyudutkan jasa open trip, namun nyatanya kasus klien tidak terpantau oleh [...]

Sebaiknya Baca Ini Dulu sebelum Melakukan Pendakian Perdana

By | 2018-03-08T18:13:45+00:00 Januari 25th, 2018|Logistik|

Mendaki gunung saat ini telah menjadi tren di Indonesia. Jika kita menengok feed media sosial, banyak sekali foto pendakian yang membuat kita juga ingin melakukannya. Namun pendakian berbeda dengan aktivitas liburan umumnya, sebab pendakian perlu persiapan yang lebih matang. Sebagai salah satu kegiatan wisata minat khusus, pendakian gunung membutuhkan persiapan fisik, peralatan, dan juga, yang paling penting, pengetahuan kita tentang gunung hutan dan keamaanannya. Keamanan? Iya, standar keselamatan harus selalu kita terapkan ketika naik gunung. Beberapa orang menganggap "gunung hutan bukan tempat wisata." Maksudnya, ada pengetahuan dasar yang harus kita pelajari terlebih dahulu sebelum masuk ke gunung hutan atau melakukan pendakian, yang akan berguna ketika kita mengalami hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat atau mengalami cedera ringan maupun berat. Kalau kamu baru ingin mencoba naik gunung, kamu bisa mengajak teman yang sudah pernah atau yang berpengalaman—lebih baik lagi sama teman yang memiliki sertifikat pemandu gunung. Namun, meskipun begitu kamu juga mesti melakukan beberapa persiapan pribadi. Inilah beberapa persiapan yang harus kamu lakukan sebelum naik gunung pertama kali: 1. Perencanaan Perencanaan ini meliputi penentuan gunung dan jalur mana yang akan kamu daki. Sebagai pendaki yang baru pertama kali nanjak, ada baiknya kamu cari gunung dengan ketinggian di bawah 2000 mdpl dengan jalur yang tidak terlalu berat. kamu bisa mencari informasi melalui teman atau riset online mencari cerita-cerita pendakian yang ada di forum atau blog pendaki. Riset ini juga sekaligus mempelajari bagaimana [...]