7 Keterampilan “Bushcraft” yang Harus Kamu Ketahui

/7 Keterampilan “Bushcraft” yang Harus Kamu Ketahui

7 Keterampilan “Bushcraft” yang Harus Kamu Ketahui

Istilah “bushcraft” masih belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas. Namun, belakangan ini para penggiatnya mulai menujukkan eksistensi di media sosial lewat grup-grup Facebook dan Instagram.

Sekilas, bushcraft tampak seperti survival. Tapi ternyata beda. Lalu, sebenarnya apa sih perbedaan antara survival dan bushcraft itu?

keterampilan bushcraft

Tenda terpal lengkap dengan perapian/Jelajah Pendaki Indonesia

Survival adalah usaha untuk bertahan hidup atau menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain dari kondisi tak terduga, misalnya tersesat di hutan, bencana alam, kapal karam, pesawat yang jatuh di lokasi tak dikenal, dll.

Sementara itu bushcraft lebih mengarah pada natural crafting atau membuat sesuatu dari alam. Jadi, bushcraft bisa diartikan sebagai keahlian hidup di alam bebas, atau keterampilan yang mengharuskan seseorang memahami dan memanfaatkan alam, juga metode alami untuk mempertahankan hidup sendiri dan orang lain—termasuk di dalamnya kemampuan dasar survival.

Supaya bushcrafting bisa seru, kamu perlu membekali diri dengan tujuh keterampilan bushcraft berikut:

1. Menggunakan pisau

keterampilan bushcraft

Sebilah pisau/Jelajah Pendaki Indonesia

Pisau adalah alat utama dan yang paling penting dalam bushcrafting. Soalnya banyak sekali pekerjaan yang memerlukan bantuan pisau. Tanpa pisau, kamu akan merasa seperti macan tanpa cakar dan taring.

Pilihlah pisau yang full tank (bilah pisau menyatu atau satu batang utuh dari ujung sampai gagang) dan tebal. Sesuaikan bahan pisau dengan iklim Indonesia yang tropis. Bahan pisau yang baik dan dianjurkan adalah baja dengan kadar karbon tinggi, antara 0.4 – 1%, sehingga tahan tumpul. Namun kekurangannya baja jenis itu cenderung mudah berkarat sehingga perlu perawatan ekstra. Contoh baja yang baik adalah 1095 atau SK5.

Sementara itu untuk daerah beriklim tropis yang lembap seperti Indonesia, stainless steel atau baja putih lebih cocok karena lebih tahan karat. Namun kekurangannya bahan ini cepat tumpul. Contoh bahan stainless steel antara lain 440C atau 8cr13mov.

2. Membuat api

keterampilan bushcraft

Perapian/Jelajah Pendaki Indonesia

Keterampilan bushcraft berikutnya adalah membuat api. Ada banyak teknik untuk membuat api, mulai dari hand drill, bow drill, flint and steel, sampai dengan menggunakan piston.

Masing-masing teknik punya tingkat kesulitan sendiri. Akan bermanfaat kalau kamu mempelajari berbagai teknik pembuatan api. Kenapa? Karena api penting sekali artinya bagi keberlangsungan hidup manusia, misalnya untuk memasak atau menangkal serangan hewan buas yang bisa membahayakan nyawa.

3. Tali-temali atau membuat simpul

keterampilan bushcraft

Membuat simpul/Jelajah Pendaki Indonesia

Kemampuan membuat simpul akan sangat kamu perlukan saat kamu hendak membuat jebakan hewan, bivak, atau senjata seperti tombak dan panah. Karena itu tali-temali atau membuat simpul jadi salah satu keterampilan buschcraft yang wajib kamu kuasai.

Beberapa simpul penting yang harus kamu pelajari antara lain Clove Hitch Knot, Timber Hitch Knot, Fisherman’s Knot, Half Hitch Knot, Quick Release Knot, dan Prusik Knot. Selain simpul-simpul itu, sebenarnya masih banyak lagi jenis dan varian simpul yang bisa kamu gunakan.

4. Berburu dan membuat perangkap

keterampilan bushcraft

Alat-alat bushcrafting/Jelajah Pendaki Indonesia

Di awal-awal, sebaiknya kamu tetap membawa bekal makanan. Setelah terbiasa nanti kamu bisa coba mencari makanan dengan berburu dan membuat perangkap.

Untuk berburu kamu bisa menggunakan panah, tombak, pisau, dll. Sementara itu untuk membuat perangkap kamu mesti mengetahui target buruan terlebih dahulu. Sesuaikan perangkap dengan target, misalnya bubu atau pancing untuk menangkap ikan, jerat kaki untuk hewan darat, dan lain sebagainya.

5. Membuat tempat berlindung atau “shelter”

keterampilan bushcraft

Tempat berlindung (shelter)/Jelajah Pendaki Indonesia

Tempat berlindung atau shelter penting artinya dalam aktivitas bushcrafting, sebab pakaian semata tak bisa melindungi kamu dari cuaca.

Ada tiga jenis shelter, yakni shelter buatan, shelter semi-alam, dan shelter alam. Shelter buatan adalah tempat berlindung yang terbuat dari bahan-bahan buatan, misalnya flysheet, ponco, atau plastik. Sementara itu shelter semi-alam adalah tempat berlindung menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam ditambah dengan beberapa improvisasi sesuai dengan bahan dan kondisi medan, contohnya shelter pohon, shelter tanaman, dan shelter batu. Shelter alam adalah tempat berlindung yang telah tersedia di alam, misalnya gua atau celah tebing.

6. Membaca jejak

keterampilan bushcraft

Jejak hewan via instagram.com/ganthar_dblck

Di alam bebas terkadang kamu akan menemukan jejak, baik jejak alami maupun jejak buatan. Jejak alami adalah jejak jejak manusia dan jejak binatang. Sedangkan jejak buatan adalah jalur pendakian, jalur evakuasi, jalur mata air, dan sebagainya.

Keterampilan bushcraft yang satu ini perlu kamu asah supaya kamu bisa tahu di habitat hewan apa kamu berada. Kemampuan membaca jejak juga sangat dibutuhkan agar kamu bisa menentukan lokasi dan jenis perangkap yang sesuai dengan kebutuhan.

7. Mendapatkan air

keterampilan bushcraft

Embun di pucuk cemara via pexels.com/Tookapic

Selain enam skill di atas, ada satu lagi keterampilan bushcraft yang perlu kamu kuasai, yakni seni mendapatkan air. Sepertinya kita tak perlu lagi panjang lebar menjelaskan soal betapa pentingnya air bagi manusia. Yang jelas, air sangat penting artinya bagi seseorang; 2/3 jaringan tubuh manusia terdiri dari air.

Untungnya ada banyak cara untuk mendapatkan air, misalnya lewat kondensasi, filtrasi, pengumpulan air hujan dan embun, dan lain sebagainya.

Bagaimana? Tertarik untuk belajar bushcraft?

By | 2018-08-10T18:08:04+00:00 Agustus 10th, 2018|Logistik|0 Comments

Leave A Comment